Archive for the ‘My Reportage’ Category

Liputan Lapangan di Radio Maraghita Bandung (2)

Selasa/ 20 Juni 2006

LL Ipey

Sebanyak 105 pejabat di lingkungan pemerintah Kota Bandung/ dilantik siang ini//

(Insert: 060620-ipey-mutasi pemkot)*

Pada sambutan acara pelantikan/ dan serah terima jabatan di lingkungan pemerintah Kota Bandung/ siang ini/ Asisten Daerah III/ Cucu Nurdin/ mewakili Walikota Bandung Dada Rosada mengatakan/ ke-105 orang pejabat yang dilantik mencakup pejabat Eselon IIIa/ Eselon IIIb/ Eselon IVa/ dan Eselon IVb//

Cucu juga melantik satu orang Direksi/ dan dua orang Dewan Pengawas Bank Perkreditan Rakyat/ atau BPR// Selain itu/ sebanyak 18 pejabat telah memasuki masa pensiun/ dua orang menjabat sebagai pejabat fungsional/ sedangkan enam orang turun jabatan menjadi pejabat pelaksana//

Pejabat yang dilantik/ mendapatkan tunjangan jabatan struktural/ sebesar 315.000 rupiah untuk pejabat eselon IVb/ 360.000 rupiah untuk eselon IVa/ 675.000 rupiah untuk eselon IIIb/ dan 900.000 rupiah untuk pejabat eselon IIIa// Demikian Ilham Primadianti melaporkan///

*Ket: News Bulletin pukul 17.30

Rabu/ 21 Juni 2006

1. LL Ipey

Upacara Peringatan Hari Jadi Kota Cimahi Ke-5/ yang berlangsung di Stadion Sangkuriang pagi ini/ dimeriahkan pagelaran drama tari//

(Insert: 060621-Ilham drama tari)**

Pagelaran yang menceritakan sejarah singkat terbentuknya Kota Cimahi itu/ dibawakan oleh belasan penari/ dengan busana bernuansa ungu dan biru// Pagelaran drama tari bertema “Saluyu Ngawangun Jati Mandiri” itu/ diakhiri oleh penancapan pasak gugunungan/ oleh Walikota Cimahi/ Itoc Tohija/ sebagai simbol berdirinya Kota Cimahi//

Pada upacara itu/ seluruh pejabat sipil/ dan anggota dewan beserta istri/ mengenakan busana adat sunda/ dan kebaya nasional// Ratusan pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah/ turut pula memeriahkan upacara itu// Mereka hadir sebagai peserta upacara/ beserta barisan perwakilan Pegawai Negeri Sipil/ perwakilan Organisasi Masyarakat/ Pelindung Masyarakat/ dan barisan anggota TNI/Polri// Total sekitar 3000 orang yang memadati stadion Sangkuriang Rabu pagi// Demikian Ilham Primadianti melaporkan///

**Ket: News Bulletin pukul 11.30

2. LL Ipey

Selama hampir dua abad/ Cimahi menunjukan perkembangannya yang pesat// Dari semula yang hanya sebuah pos penjagaan/ Cimahi berkembang menjadi sebuah kota// Berikut laporannya//

(Insert: 060621-ipey-sejarah cimahi)***

Keberadaan Cimahi mulai dikenal sejak tahun 1811// Saat Gubernur Jenderal Daendels membangun jalan Anyer-Panarukan// didirikanlah pos penjagaan di Alun-alun Cimahi sekarang//

Pemerintah Kolonial Belanda/ kala itu mempersiapkan Bandung sebagai ibukota negara// Beserta Soreang/ Banjaran/ Rancaekek/ dan Lembang/ Cimahi lalu dijadikan kota satelit bagi Bandung//

Status Cimahi berubah menjadi kecamatan pada tahun 1935// Status Cimahi lalu meningkat menjadi Kota Administratif/ pada tahun 1975// Saat itu/ Cimahi adalah Kota Administratif pertama di Jabar/ dan ketiga di Indonesia//

Kemudian/ sebagai persyaratan kelayakan suatu kota/ masyarakat Kotif Cimahi/ mendesak diadakannya Studi Kelayakan Kotif Cimahi menjadi kota/ oleh lima perguruan tinggi di Bandung dan sekitarnya//  Akhirnya/ Kota Cimahi diresmikan pada tahun 2001// Kini Kota Cimahi terdiri dari tiga kecamatan dan 15 kelurahan// Demikian Ilham Primadianti melaporkan/

***Ket: News Bulletin pukul 12.30

Kamis/ 22 Juni 2006

1. LL Ipey

Pendaftaran Penerimaan Siswa Baru atau PSB Jalur Khusus/ di SMP kluster 1 Kota Bandung/ masih minim peminat//

(Insert : 060623  Ilham PSB  SMP)****

Hingga saat ini/ baru enam calon siswa tidak mampu yang mendaftar melalui PSB Jalur Khusus/ di SMPN 5 Bandung// Padahal/ hari ini adalah hari terakhir pendaftaran PSB Jalur Non-Akademis// Ini berarti/ masih tersisa empat kursi kosong bagi calon siswa tidak mampu// Menurut panitia PSB SMPN 5 Bandung/ Abdul Sani/ peminat PSB Jalur Khusus berbanding terbalik/ dengan peminat PSB Jalur Prestasi// Hingga siang ini/ sebanyak 126 calon siswa telah mendaftar melalui PSB Jalur Prestasi// Sedangkan/ kuota yang tersedia bagi siswa yang diterima melalui PSB Jalur Prestasi/ adalah 30 orang// Abdul Sani menambahkan/ seleksi PSB Jalur Non-Akademis akan berlangsung dari 26 sampai dengan 29 Juni mendatang// Demikian Ilham Primadianti melaporkan//

****Ket: News Bulletin pukul 15.30

Liputan Lapangan di Radio Maraghita Bandung (1)

Senin/ 12 Juni 2006

1. LL Ipey

(Insert-060612-jabarkeempatAIDS)

Jawa Barat merupakan propinsi keempat/ dengan kasus AIDS terbanyak di Indonesia// Menurut data Departemen Kesehatan Republik Indonesia/ sejak tahun 1989 sampai akhir Maret 2006 lalu/ tercatat 431 kasus AIDS terjadi di wilayah Jawa Barat// Berdasarkan data tersebut/ 80 persen diantara penderita AIDS adalah laki-laki/ dan berusia produktif/ yakni antara 20 sampai 29 tahun// Sebagian besar penderita tertular melalui jarum suntik narkotika// Jumlah kasus AIDS ini/ lebih sedikit dibandingkan tiga propinsi lainnya/ yaitu DKI Jakarta/ Papua/ dan Jawa Timur//

Untuk mengatasi kasus AIDS di Jabar/ Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)/ tingkat propinsi dan tingkat kabupaten/kota/ telah memberikan pengobatan Anti Retro Viral atau ARV kepada 382 penderita HIV/AIDS// Bagi warga Bandung/ pengobatan ARV bisa didapat di Rumah Sakit Hasan Sadikin// Selain pengobatan ARV/ warga juga dapat melakukan tes darah gratis dengan menghubungi tim Voluntary Counseling And Testing atau VCT// Tim VCT ini dapat ditemui di RS Hasan Sadikin/ RS Bhayangkara/ RS Ujungberung/ dan RS Bungsu/ Bandung// Demikian Ilham Primadianti melaporkan untuk Radio Mara///

2. NC+SB

Sebagian besar Propinsi di Indonesia/ belum memiliki Peraturan Daerah / PERDA/ Penanggulangan HIV AIDS//

Pada Lokakarya Legal Drafting Perda Penanggulangan HIV AIDS di Bandung hari ini/  Direktur Proyek Komisi Penanggulangan AIDS Pusat/ Mohamad Nasser mengatakan/ setiap propinsi harus memiliki PERDA/ sebagai payung hukum penanggulangan kasus AIDS// Mohammad Nasser juga mengatakan Perda tentang HIV AIDS itu diharapkan tidak sekadar ada/ namun juga  harus komperehensif//

Insert : 060612-mochNasser-PerdaHarusKomprehensif

Sampai saat ini/ menurut Mohammad  Nasser/ baru ada tiga propinsi yang memiliki Perda Penanggulangan AIDS/ yaitu Propinsi Bali/ Papua/ dan Jawa Timur///

3. NC+SB

Jawa Barat belum memiliki peraturan daerah mengenai penanggulangan HIV AIDS// Menurut Tio Indrasetiadi/ Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Jabar yang ditemui reporter Mara siang ini/ pihaknya baru merampungkan peraturan Gubernur mengenai penanggulangan HIV AIDS di Jabar//

Insert 060612-Tio-Indrasetiadi-Pergub-ttg-AIDS

Rabu/ 14 Juni 2006

LL Ipey

(Insert-060614-ipey-vaksin flu burung)

Warga Kelurahan Pasirbiru Kecamatan Cibiru Bandung/ kurang antusias menyambut vaksinasi unggas massal tahap kedua/ yang dimulai hari ini// Menurut pengamatan Reporter Mara/ hanya sedikit warga yang berkumpul di dua pos vaksinasi yang telah ditunjuk/ yang bertempat di RW 6 dan RW 10 Kelurahan Pasirbiru// Karenanya/ petugas tim yang terdiri dari tiga orang/ dari Dinas Pertanian Kota Bandung/ terpaksa harus mendatangi satu persatu rumah warga// Hingga siang ini/ Reporter Mara mencatat sebanyak 184 ekor unggas/ yang telah divaksin oleh petugas// Menurut Ketua Tim/ Eman Sulaeman/ jumlah ini menurun dibandingkan vaksinasi massal tahap pertama/ yang berlangsung bulan Februari dan Maret lalu// Eman mengatakan/ penurunan ini dikarenakan banyak warga yang memilih memotong unggasnya sendiri/ setelah wabah flu burung mencuat// Vaksinasi massal tahap kedua ini/ akan berlangsung sampai dengan 27 Juli mendatang/ di 26 kecamatan di Kota Bandung// Demikian Ilham Primadianti melaporkan untuk Radio Mara///

Sabtu/ 17 Juni 2006

LL Ipey

(Insert-060614-ipey-PSBjalurkhususminim)*

Pendaftaran Penerimaan Siswa Baru melalui jalur khusus/ di SMP dan SMA kluster 1 Kota Bandung/ masih minim peminat// Di SMAN 8 Bandung/ baru satu calon siswa yang mendaftar// Bahkan/ belum ada satu calon siswa pun yang mendaftar di SMPN 5 Bandung// Peminat PSB lebih banyak terpusat ke PSB jalur prestasi// Padahal/ menurut panitia PSB SMPN 5 Bandung/ Lia/ tersedia sepuluh kursi bagi siswa yang kurang mampu/ dari kuota empat puluh kursi jalur non-akademis// Menurut pengamatan reporter Mara/ sosialisasi Penerimaan Siswa Baru jalur khusus/ kurang mendapat perhatian dari pihak SMPN 5 Bandung// Pasalnya/ pada papan pengumuman yang memberi informasi mengenai kategori dan persyaratan PSB/ hanya terdapat informasi PSB akademis atau jalur biasa/ dan jalur prestasi// Sementara itu/ informasi persyaratan PSB jalur khusus/ tidak dipublikasikan// Demikian Ilham Primadianti melaporkan untuk Radio Mara///

*Ket: News Bulletin pukul 18.30

Takut Terjadi Intimidasi

Takut Terjadi Intimidasi

Buruh Minta Notulen ke Komisi D

JL GATOT SUBROTO—Notulen hasil kesepakatan antara buruh dan pihak manajemen PT Korin Garmentama pada 27 Januari lalu, tak kunjung diterima pihak buruh. Kemarin, sepuluh buruh yang diintimidasi ditemani dua pengurus Serikat Pekerja Nasional (SPN) mendatangi Komisi D DPRD Kota Cimahi untuk menagih janji.

Namun, kedatangan mereka tidak dihadiri seluruh jajaran Komisi D. Mereka hanya diterima salah seorang anggota Komisi D, H. Reddy Hidayat. Mereka berharap, notulen tersebut bisa mereka terima paling lambat hari ini. Mengingat salah satu dari tuntutan buruh PT Korin yang disetujui pihak perusahaan adalah tidak adanya intimidasi, terutama kepada 10 buruh yang diskorsing.

Senin (6/2) mendatang, masa skorsing bagi 10 buruh, berakhir. Padahal, notulen tersebut merupakan jaminan agar tidak ada lagi intimidasi yang mereka alami saat bekerja kembali.

Kekhawatiran buruh tersebut tampak dari penolakan atas perundingan bipartite antara buruh dengan pihak pengusaha, yang diundur dari jadwal semula yakni Rabu (1/2) menjadi Kamis (2/2). Mereka menganggap Dinas Tenaga Kerja, Kependudukan, Catatan Sipil (Disnakerdukcapil) memutuskan secara sepihak pengunduran tersebut, dengan alasan yang tidak jelas.

“Dewan mengarahkan agar para buruh tetap percaya diri karena hasil dari rapat 27 Januari lalu, sudah jelas dan tuntas. Dari pihak perusahaan pun, telah menyatakan bahwa Maret mendatang, pembayaran gaji akan normal kembali,” ungkap Reddy saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, kemarin.

Makanya, lanjut Reddy, pihak pengusaha berharap aksi mogok kerja tidak berlanjut sampai Maret. Karena, itu akan mengakibatkan buyer menjadi ragu-ragu untuk memberikan order. “Padahal, untuk memenuhi tuntutan gaji agar kembali normal, perusahaan menggantungkan harapan pada order tersebut,” jelasnya.

Reddy menyatakan, keinginan buruh dan jawaban dari perusahaan telah disepakati dan dituangkan dalam notulen tersebut. Jadi, sebagian dari delapan tuntutan buruh disanggupi pihak pengusaha.

Sementara itu, Wakil Ketua SPN Kota Cimahi, Suhartono, membenarkan bahwa keengganan mereka menghadiri perundingan bipartite, diantaranya karena mereka belum merasa terjamin bebas dari intimidasi perusahaan. Apalagi, jadwal perundingan bipartite tersebut diundur satu hari dan direncanakan digelar di perusahaan PT. Korin.

“Mereka justru menginginkan agar perundingan dihadiri pula oleh anggota Dewan dan Disnakerdukcapil sebagai penengah dan pemberi saran. Atau, setidaknya perundingan dilakukan di tempat yang netral, bukan seperti yang dijadwalkan yakni di perusahaan PT Korin,” pungkasnya. (job-3)

*Berita dimuat di Harian Radar Bandung, pada suplemen 100% Cimahi, Jumat, 3 Februari 2006.

AKPR Goyang Pemkot dan Dewan

AKPR Goyang Pemkot dan Dewan

JL GATOT SUBROTO—Kaum buruh, mahasiswa, dan pedagang kaki lima (PKL) kemarin menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Cimahi dan Kantor Pemkot Cimahi. Pada pukul 11.30, mereka yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan untuk Kesejahteraan Rakyat (AKPR) ini menggelar orasi di pelataran DPRD Kota Cimahi. Dalam orasinya itu, mereka menyampaikan ketidakpuasan terhadap kebijakan yang diterapkan Pemkot terutama mengenai upah buruh kota Cimahi yang hanya Rp 715 ribu.

Kaum Buruh Cimahi yang diwakili Ketua Front Nasional Perserikatan Buruh Indonesia (FNPBI) cabang Kota Cimahi, Halomoan Aritonang itu, menuntut kepada pemkot untuk memberlakukan upah layak bagi kaum buruh Kota Cimahi yakni sebesar Rp 819.487,-. Selain itu, mereka meminta agar dihapusnya sistem buruh kontrak dan pemutusan hubungan kerja (PHK), dan membentuk Panitia Khusus (Pansus) Upah Buruh Cimahi 2006.

Tuntutan khusus yang disampaikan kepada dewan adalah agar menolak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dengan cara mengeluarkan surat keputusan penolakan kenaikan TDL kepada legislatif pusat.

Mereka juga menuntut agar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dialokasikan sebagai subsidi pendidikan. Jika tuntutan-tuntutan tersebut tidak dipenuhi pihak eksekutif maupun legislatif, mereka mengancam akan melakukan aksi-aksi dengan melibatkan massa yang lebih besar.

Orasi yang dipimpin Halomoan Aritonang dari FNPBI ini, dimulai dari datangnya konvoi sekitar dua puluh sepeda motor yang berangkat dari Jalan Kawimekar sejak pukul 11.00 WIB. Turut pula dalam orasi yang hanya disambut beberapa anggota DPRD ini, Sabilar Rosyad dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bandung Raya dan Hardi dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) Unjani Cimahi.

Pihak aparat keamanan sendiri telah mengantisipasi keadaan dengan menempatkan personelnya di sekitar gedung dewan. Massa dari kaum buruh yang rencananya akan datang dengan long march pun, tidak juga tampak sehingga APKR menutur orasi dan membubarkan diri sekitar pukul 13.00 WIB. (job-3)

*Berita dimuat di Harian Radar Bandung, pada suplemen 100% Cimahi, Jumat, 3 Februari 2006.

Yang Penting Insting

Yang Penting Insting

Tingkat Pendidikan dan Modal Tidak Menjamin Keberhasilan.

DIPATI UKUR—Memulai bisnis tidak harus bermodal besar atau tingkat pendidikan yang tinggi. Itu semua tidak akan mampu menberikan jaminan akan keberhasilan usaha. Datangnya keberhasilan lebih banyak ditentukan oleh insting usaha itu sendiri. Insting itulah yang akan membimbing untuk melakukan analisis pasar.

Begitu kata Setyanto P Santosa, Dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Padjadjaran, pada talk show kewirausahaan di Ruang Serba Guna Ekstensi FE Unpad, kemarin (1/2). Pada acara yang mengusung tema “How to Become Great Potential Bussiness” ini Setyanto mengaku kerap menemukan kekeliruan pada mereka yang pertama kali membuka usaha.

Menurutnya, pendatang baru dunia usaha kerap menghabiskan biaya untuk menyiapkan ruang kantor dan dekorasi. Tidak hanya itu, biaya juga banyak tersedot saat upacara pembukaan usaha. Setyanto menegaskan, semuanya itu harus dihindari agar awal bisnis tidak dibebani biaya umum yang terlalu tinggi.

Dalam talk show-nya, Setyanto banyak membahas tentang unsur-unsur yang ada dalam kewiraswastaan strategis (strategic entrepreneurship). Dalam, kewiraswastaan strategis ini, kata dia, tingkat pendidikan formal pelaku bisnis tidak menjadi penentu utama. Hal ini karena menurut penelitian yang dilakukan Charles Schreiber, keberhasilan seseorang dalam dunia usaha 85 persen ditentukan oleh nilai sikap mental atau kepribadiannya. Sedangkan 15 persen sisanya oleh pendidikan sekolah formal.

Insting kewiraswastaan, menurut Setyanto, diutamakan bagi seorang wiraswasta agar usahanya berhasil. Unsur brain, yakni pengetahuan kerja tentang usaha yang akan dirilis. Dan, capital atau modal yang cukup minimal untuk tahun pertama, merupakan faktor yang sama pentingnya untuk keberhasilan bisnis.

Dalam acara yang dihadiri oleh para wiraswasta Usaha Kecil Menengah (UKM) di Bandung ini, Setyanto juga menyampaikan kepeduliannya terhadap UKM yang berkembang di Bandung Metropolis. Menurutnya, dalam skala UKM, penerapan manajemen strategis tentunya akan lebih sederhana, terutama unsur-unsur visi, mengenali diri sendiri SW (strength and weakness) serta memperoleh gambaran tentnag kondisi pasar atau OT (opportunity and threats).

Analisis SWOT dilakukan untuk menginventarisasi kekuatan dan kelemahan pelaku bisnis, khususnya yang terkait dengan mental dan kemampuan atau keterampilan. Gambaran tentang kondisi pasar pun harus disiapkan, misalnya produk atau jasa apa yang akan ditawarkan, dan bagaimana kebutuhan pasar serta siapa pesaing yang harus dihadapi.

Menurut Setyanto, hambatan berkembangnya UKM di Bandung diantaranya masalah modal. Padahal, pemilik UKM dapat mengajukan permohonan bantuan pinjaman modal di bawah Rp 100 juta kepada BUMN-BUMN besar di Bandung. Ini erat kaitannya dengan kewajiban mereka untuk menyalurkan 3 persen dari laba bersihnya untuk membantu UKM. Sedangkan untuk pinjaman modal di atas Rp 100 juta, pemilik UKM dapat mengajukannya kepada Badan Permodalan Madani. (job3)

*Berita dimuat di Harian Radar Bandung, Kamis, 2 Februari 2006.